Akhir Tahun
Sebentar lagi, seluruh penduduk
dunia akan mengakhiri tahun 2008, berganti dengan tahun baru 2009. Hampir
bersamaan, umat Islam... + Selengkapnya
Nasionalisme
Ketika Jenderal (Purn) Try Sutrisno menjabat wakil presiden 1988-1993, seringkali ia melontarkan kata-kata persatuan dan kesatuan. Rekan-rekan... + Selengkapnya
Usut Korupsi di KetapangRatusan massa dari pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) mendesak Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Mereka... + Selengkapnya
Vonis 4 Tahun untuk Darlis Ilyas Mantan Kepala Badan Kesejahteraan Sosial (BKS) Riau Darlis Ilyas kini harus menjalani hidup di balik jeruji besi. Ia haya tertuduk lesu ketika... + Selengkapnya
Sebenarnya,
jika pemerintah benar-benar berniat atau punya kemauan politik untuk menutup
semburan lumpur Lapindo, berapa sikh biaya yang dibutuhkan? Para ahli menyebut sekitar 150 juta dolar,
atau sekitar Rp 1,4 triliun.
Kejadian
semburan lumpur Lapindo Brantas, Sidoarjo, Jawa Timur yang muncul pertama kali
pada 29 Mei 2006 menyentak perhatian nasional maupun internasional. Pasalnya
luapan lumpur panas terjadi hingga menenggelamkan ratusan rumah penduduk
dinilai banyak kalangan sebagai akibat dari murni bencana alam (mud vulcano).
Ironisnya, soal Lumpur Lapindo ini media massa
baik cetak maupun elektronik ikut membenarkan alasan tersebut.
Politisi kelas wahid ternyata bisa juga terseret emosi
sehingga tenggelam dalam perang kata-kata seperti anak-anak. Setelah kubu
Megawati menyerang SBY dengan mengibaratkan yoyo, giliran Demokrat memberi
stempel pemerintahan Mega mirip permainan gasing. Ini bukan kali pertama kedua
kubu saling serang.
Suhu politik menjelang pemilu ini terasa
makin panas. Kegerahan ini juga menyentuh atmosfir ketika Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono menerima peserta Rapim TNI dan Rakor Polri di Istana Negara
belum lama ini. Ada
militer kecewa terhadap SBY?
(Gbr.
KSAD Jenderal TNI Agustadi SP memakaikan cincin ke purnawirawan (Antara Anis EfizudinArfi Bambani Amri))
Presiden AS
terpilih Barack Obama berusaha menyelesaikan tugasnya mengisi jajaran
kabinetnya, sebelum dia pergi berlibur bersama keluarganya ke kampung
halamannya di Hawaii.