Home arrow Rubrik arrow Politik arrow Fadel Muhammad Di antara Megawati dan Sutiyoso

Arsip Artikel

Tajuk

Akhir Tahun

article thumbnail Sebentar lagi, seluruh penduduk dunia akan mengakhiri tahun 2008, berganti dengan tahun baru 2009. Hampir bersamaan, umat Islam...
+ Selengkapnya

Nasionalisme

article thumbnail Ketika Jenderal (Purn) Try Sutrisno menjabat wakil presiden 1988-1993, seringkali ia melontarkan kata-kata persatuan dan kesatuan. Rekan-rekan...
+ Selengkapnya

Lainya

Kilas Korupsi

Usut Korupsi di Ketapang

article thumbnaiRatusan massa dari pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) mendesak Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Mereka...
+ Selengkapnya

Vonis 4 Tahun untuk Darlis Ilyas

article thumbnaiMantan Kepala Badan Kesejahteraan Sosial (BKS) Riau Darlis Ilyas kini harus menjalani hidup di balik jeruji besi. Ia haya tertuduk lesu ketika...
+ Selengkapnya

Lainya

Politik

Fadel Muhammad Di antara Megawati dan Sutiyoso

article thumbnail  Sejumlah tokoh mulai mendekati Fadel...
+ Selengkapnya

Internasional

Barat Menekan Iran Melawan

article thumbnail Perseteruan antara Barat dengan Iran soal...
+ Selengkapnya

Tentara Amerika Frustasi dan Depresi

article thumbnai Menang bertempur belum tentu menang perang,...
+ Selengkapnya

Lainya

    Sekilas Info

    Mantan Bupati Purwakarta Lily Hambali Hasan diujung penantian. Belum lama ini, jaksa penuntut umum menjatuhkan tuntutan kepadanya 5 tahun penjara. Berapa tahu vonis hukuman yag bakal dijatuhkan majelis hakim kepadanya?
     
    Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berunjuk rasa di depan Gedung Konjen Amerika Serikat di Surabaya. Mereka menolak keinginan kongres AS yang meminta pemerintah Indonesia membebaskan dua tokoh Organisasi Papua Merdeka.
     
     
    Fadel Muhammad Di antara Megawati dan Sutiyoso Print E-mail
    Thursday, 04 September 2008

     Sejumlah tokoh mulai mendekati Fadel Muhammad. Gubernur Gorontalo ini bakal diplot sebagai wakil presiden. Dinilai sebagai gubernur yang berhasil.

    “Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia akan mencalonkan Fadel Muhammad sebagai calon presiden,” ujar Daniel Hutapea selaku Ketua umum P3I dengan penuh keyakinan.
    Sosok Fadel pun memincut hati Sutiyoso. Mantan Gubernur DKI ini mengaku tertarik untuk menggandeng Gubernur Gorontalo itu sebagai pasangan dalam pencalonan sebagai presiden pada pemilihan umum atau Pemilu 2009.
    "Saya memang tertarik untuk menggandeng ahli ekonomi seperti Fadel Muhammad,” ujarnya sambil memberi catatan kepastian pinangannya tersebut setelah pengumuman hasil Pemilu legislatif 2009.
    pol_fadel_ama_sby1.jpg

    Tak hanya Daniel dan Sutiyoso, seakan tak mau ketinggalan kereta, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun memberikan penawaran istimewa kepada Fadel Muhammad. Tak tanggung-tanggung, nomor urut satu calon legislatif untuk provinsi Gorontalo diberikan kepadanya.


    Itupun belum dirasa cukup, agar hati Fadel tak pindah ke partai politik lain, PDIP memasukkan namanya dalam survey mencari tokoh pendamping Megawati Soekarnoputri yang akan diusung menjadi presiden. Sebuah tawaran yang menggiurkan bukan?
    Mengapa Fadel? PDIP melalui Sekjen-nya Pramono Anung mengatakan Fadel layaknya menjadi caleg dan masuk menjadi kandidat pendamping Megawati karena dinilai berhasil memimpin Provinsi Gorontalo. "Perlu orang yang memiliki jiwa enterpreuneur untuk menyelesaikan masalah bangsa ini," ujarnya.
    Fadel pun tidak malu-malu mengakui bahwa dirinya siap untuk bekerjasama dengan figur atau partai politik yang akan mengusungnya pada pemilihan presiden 2009 mendatang.


    Untuk menuju kursi RI 1 atau RI 2 itu, Fadel pun melakukan serangkain pertemuan dengan beberapa petinggi elit parpol di antaranya PDIP, PAN dan Hanura. "JIka ada parpol yang mengusung saya untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia, saya siap," ujar Fadel mantap
    Hanya Fadel mengaku belum sepenuhnya memberikan pernyataan terkait perhelatan akbar di 2009 nanti. Sebab dirinya masih ingin menjalankan tugasnya sebagai gubernur Gorontalo dan kader Partai Golkar.
    Nah sebelum itu semua terwujud, Fadel lebih memilih untuk menjadi wakil rakyat di Senayan alias Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Setelah jadi gubernur tahun depan saya akan menjadi caleg,” ujarnya sambil menjelaskan bahwa masa jabatannya sebagai Gubernur Gorontalo akan selesai pada 2009.


    Keputusannya untuk berkiprah di tingkat nasional dengan tujuan memberi kesempatan kepada putra daerah Gorontalo sebagai pemimpin dan membangun bagi daerahnya sendiri. "Saya ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi penerus atau putra daerah Gorontalo yang ingin membangun daerahnya,” paparnya.
    Agaknya tekad Fadel untuk melangkah ke tingkatan yang lebih tinggi lagi sudah bulat. Apalagi diakuinya, Ketua Umum Partai Golkar Yusuf Kalla sudah memberi lampu hijau atas niatannya untuk menjadi calon wakil rakyat.
    "Saya ingin berbuat bagi bangsa ini secara total. Berbuat secara nasional lagi untuk seluruh rakyat Indonesia. Pilihannya adalah menjadi wakil rakyat. Paling tidak, otonomi daerah yang sekarang ini bisa berjalan dengan baik," urainya.

    pol_megawati.jpg
    Come backnya orang nomor satu di Gorontalo ini, serta merta membuat pihak-pihak tertentu di internal Golkar gerah. Hal itu disadari benar olehnya bahwa ada pihak internal partai yang takut ia kembali ke kancah politik di Jakarta karena membuat persaingan semakin berat.
    Bukan hanya di kalangan internal partai, keberadaan Fadel pun membuat persaingan menuju Senayan semakin ketat. Sampai saat ini terdapat beberapa nama beken akan maju sebagai calon anggota legislatif, yakni Truly Habibie dan Uga Wiranto, istri Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.

     
     
    Laporan Khususcukup 150 juta dolar

    article thumbnai Sebenarnya, jika pemerintah benar-benar berniat atau punya kemauan politik...
    + Selengkapnya

    Laporan KhususPerseteruan Abadi SBY-Mega

    article thumbnail Politisi kelas wahid...
    + Selengkapnya

    Laporan UtamaMuncul Raja Kecil Korupsi Meraja Lela

    article thumbnai Biasanya kesejahteraan rakyat selalu dihembus-hembuskan untuk mempengaruhi...
    + Selengkapnya

    Laporan KhususAnjing dan Sepatu Perpisahan

    article thumbnail Barangkali, ini penghinaan terbesar bagi seorang presiden dari negara...
    + Selengkapnya

    Artikel Lainya