|
Sejumlah tokoh mulai mendekati Fadel Muhammad. Gubernur Gorontalo ini bakal diplot sebagai wakil presiden. Dinilai sebagai gubernur yang berhasil.
“Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia akan mencalonkan Fadel Muhammad sebagai calon presiden,” ujar Daniel Hutapea selaku Ketua umum P3I dengan penuh keyakinan.
Sosok Fadel pun memincut hati Sutiyoso. Mantan Gubernur DKI ini mengaku tertarik untuk menggandeng Gubernur Gorontalo itu sebagai pasangan dalam pencalonan sebagai presiden pada pemilihan umum atau Pemilu 2009.
"Saya memang tertarik untuk menggandeng ahli ekonomi seperti Fadel Muhammad,” ujarnya sambil memberi catatan kepastian pinangannya tersebut setelah pengumuman hasil Pemilu legislatif 2009.

Tak hanya Daniel dan Sutiyoso, seakan tak mau ketinggalan kereta, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun memberikan penawaran istimewa kepada Fadel Muhammad. Tak tanggung-tanggung, nomor urut satu calon legislatif untuk provinsi Gorontalo diberikan kepadanya.
Itupun belum dirasa cukup, agar hati Fadel tak pindah ke partai politik lain, PDIP memasukkan namanya dalam survey mencari tokoh pendamping Megawati Soekarnoputri yang akan diusung menjadi presiden. Sebuah tawaran yang menggiurkan bukan?
Mengapa Fadel? PDIP melalui Sekjen-nya Pramono Anung mengatakan Fadel layaknya menjadi caleg dan masuk menjadi kandidat pendamping Megawati karena dinilai berhasil memimpin Provinsi Gorontalo. "Perlu orang yang memiliki jiwa enterpreuneur untuk menyelesaikan masalah bangsa ini," ujarnya.
Fadel pun tidak malu-malu mengakui bahwa dirinya siap untuk bekerjasama dengan figur atau partai politik yang akan mengusungnya pada pemilihan presiden 2009 mendatang.
Untuk menuju kursi RI 1 atau RI 2 itu, Fadel pun melakukan serangkain pertemuan dengan beberapa petinggi elit parpol di antaranya PDIP, PAN dan Hanura. "JIka ada parpol yang mengusung saya untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia, saya siap," ujar Fadel mantap
Hanya Fadel mengaku belum sepenuhnya memberikan pernyataan terkait perhelatan akbar di 2009 nanti. Sebab dirinya masih ingin menjalankan tugasnya sebagai gubernur Gorontalo dan kader Partai Golkar.
Nah sebelum itu semua terwujud, Fadel lebih memilih untuk menjadi wakil rakyat di Senayan alias Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Setelah jadi gubernur tahun depan saya akan menjadi caleg,” ujarnya sambil menjelaskan bahwa masa jabatannya sebagai Gubernur Gorontalo akan selesai pada 2009.
Keputusannya untuk berkiprah di tingkat nasional dengan tujuan memberi kesempatan kepada putra daerah Gorontalo sebagai pemimpin dan membangun bagi daerahnya sendiri. "Saya ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi penerus atau putra daerah Gorontalo yang ingin membangun daerahnya,” paparnya.
Agaknya tekad Fadel untuk melangkah ke tingkatan yang lebih tinggi lagi sudah bulat. Apalagi diakuinya, Ketua Umum Partai Golkar Yusuf Kalla sudah memberi lampu hijau atas niatannya untuk menjadi calon wakil rakyat.
"Saya ingin berbuat bagi bangsa ini secara total. Berbuat secara nasional lagi untuk seluruh rakyat Indonesia. Pilihannya adalah menjadi wakil rakyat. Paling tidak, otonomi daerah yang sekarang ini bisa berjalan dengan baik," urainya.

Come backnya orang nomor satu di Gorontalo ini, serta merta membuat pihak-pihak tertentu di internal Golkar gerah. Hal itu disadari benar olehnya bahwa ada pihak internal partai yang takut ia kembali ke kancah politik di Jakarta karena membuat persaingan semakin berat.
Bukan hanya di kalangan internal partai, keberadaan Fadel pun membuat persaingan menuju Senayan semakin ketat. Sampai saat ini terdapat beberapa nama beken akan maju sebagai calon anggota legislatif, yakni Truly Habibie dan Uga Wiranto, istri Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.
|