| Akhir Tahun + Selengkapnya |
| Nasionalisme + Selengkapnya |
| Lainya |
| Usut Korupsi di Ketapang + Selengkapnya |
| Vonis 4 Tahun untuk Darlis Ilyas + Selengkapnya |
| Lainya |
| Muncul Raja Kecil Korupsi Meraja Lela + Selengkapnya |
| Sepak Terjang Intelijen Beken + Selengkapnya |
| Lainya |
| Fadel Muhammad Di antara Megawati dan Sutiyoso + Selengkapnya |
| Barat Menekan Iran Melawan + Selengkapnya |
| Tentara Amerika Frustasi dan Depresi + Selengkapnya |
| Lainya |
| Usut Korupsi di Ketapang |
|
|
| Sunday, 14 September 2008 | |
|
Ratusan massa dari pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) mendesak Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Mereka meminta agar KPK tidak mempetieskan kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan Bupati Ketapang Morkes Effendi yang diduga telah merugikan negara sekitar Rp118 miliar. "Dugaan korupsi yang dilakukan oleh Morkes Effendi (Bupati Ketapang Kalimantan Barat) sangatlah meresahkan masyarakat Ketapang yang menginginkan pemerintahan bersih di Ketapang sehingga dapat mensejahterakan rakyat," ujar Juru Bicara KAKI Rahman Tiro. Menurut Rahman, terhadap sejumlah dugaan korupsi tersebut, pada bulan September 2007 KAKI sudah membuat laporan tertulis kepada KPK. Laporan tersebut dilengkapi dengan sejumlah bukti akurat antara lain laporan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Barat serta beberapa hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Laporan KAKI tersebut dilengkapi lagi dengan bukti tambahan pada 14 Februari 2008."Sebagai organisasi yang sangat konsen terhadap pemberantasan korupsi, maka pada 29 April 2008 KAKI kembali memberikan bukti tambahan berupa Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pengawas Daerah pada Proyek APBD Kabupaten Ketapang Tahun 2003 dan beberapa bukti bukti lain. Laporan dengan bukti bukti tambahannya ini menyusul Laporan kami sebelumnya pada tanggal 6 September 2007 dan Laporan tambahan pada 14 Februari 2008," katanya. ![]() |
| Next > |
|---|
| Laporan Khususcukup 150 juta dolar + Selengkapnya | Laporan KhususPerseteruan Abadi SBY-Mega + Selengkapnya |
| Laporan UtamaMuncul Raja Kecil Korupsi Meraja Lela + Selengkapnya | Laporan KhususAnjing dan Sepatu Perpisahan + Selengkapnya |
| Artikel Lainya | |