| Akhir Tahun + Selengkapnya |
| Nasionalisme + Selengkapnya |
| Lainya |
| Usut Korupsi di Ketapang + Selengkapnya |
| Vonis 4 Tahun untuk Darlis Ilyas + Selengkapnya |
| Lainya |
| Muncul Raja Kecil Korupsi Meraja Lela + Selengkapnya |
| Sepak Terjang Intelijen Beken + Selengkapnya |
| Lainya |
| Fadel Muhammad Di antara Megawati dan Sutiyoso + Selengkapnya |
| Barat Menekan Iran Melawan + Selengkapnya |
| Tentara Amerika Frustasi dan Depresi + Selengkapnya |
| Lainya |
| Akhir Tahun |
|
|
| Tuesday, 30 December 2008 | |
|
Sebentar lagi, seluruh penduduk
dunia akan mengakhiri tahun 2008, berganti dengan tahun baru 2009. Hampir
bersamaan, umat Islam di seluruh dunia pun menyambut tahun baru 1430H.
Jika kita menengok sejenak ke belakang, selama tahun 2008, begitu banyak peristiwa yang amat sulit kita lupakan sebagai suatu perjalanan bangsa, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya maupun pertahanan keamanan. Di dalam kolom yang terbatas ini rasanya sulit menguraikan satu persatunya. Tanggal 9 April 2009 bangsa ini melaksanakan pemilu. Persiapannya, telah dimulai dari tahun 2008 atau bahkan jauh sebelum itu. Masa kampanye selama setahun masih tampak sepi-sepi. Sepanjang 2008, panggung politik negeri ini hampir dipenuhi oleh pilkada disana-sini. Sayangnya, rangkaian pilkada itu memakan biaya sangat mahal itu, belum lagi biaya yang dikeluarkan oleh para kandidat, tidak berefek langsung pada perbaikan kehidupan rakyat. Yang terjadi justru ada sebaliknya, lahirnya efek negatif, seperti polarisasi kelompok masyarakat dan merenggangnya interaksi sosial di antara masyarakat itu sendiri.
Jika ini
dibiarkan terus, dikhawatirkan rakyat Seiring dengan besarnya keinginan partai politik untuk meraih dukungan, pragmatisme politik makin kuat terjadi. Hal ini tampak dari koalisi-koalisi yang dibentuk dalam pilkada dan gagasan atau wacana yang dilontarkan parpol. Pragmatisme politik membuat warna ideologi partai menjadi kabur. Untuk partai politik sekuler mungkin tidak menjadi masalah, tapi ternyata pragmatisme politik juga melanda parpol Islam. Bahkan ada parpol Islam yang mengatakan bahwa perjuangan ideologi sudah tidak lagi relevan.
Keadaan
ekonomi
Secara teknis,
krisis finansial global diawali oleh kredit macet di sektor perumahan di AS.
Dampaknya telah membangkrutkan sejumlah lembaga keuangan besar di AS, antara
lain Lehman Brother yang meninggalkan utang lebih dari 613 milliar dollar dan
mempurukkan harga saham. Bukan hanya di AS, tapi juga di Eropa dan Asia, termasuk
Pengangguran
dan kemiskinan menjadi problem sosial terberat sepanjang tahun 2008. Apalagi
setelah badai krisis finansial global mulai melanda Selain hal-hal penting di atas, sepanjang tahun 2008 negeri yang oleh para pujangga dahulu disebut zamrud khatulistiwa juga tetap diwarnai oleh banyak sekali bencana berupa gempa, kebakaran, banjir dan tanah longsong. Begitu banyak kendala yang kita hadapi di tahun 2008. Meski memprihatinkan, namun penurunan harga premium dan solaf menjelang akhir tahun sempat membuat lega meski penurunan itu tidak diikuti oleh penurunan ongkos-ongkos terutama angkutan umum. Tahun 2009 adalah tahun penuh tantangan. Tahun itu bangsa ini menghadapi pemilu kedua yang terhitung paling demokratis. Siapapun yang menang, mengurangi angka kemiskinan, pengangguran, kelaparan, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya harus menjadi prioritas. Meski kita banyak menghadapi kesulitan di tahun 2008, namun di tahun 2009 kita harus tetap optimis, kita akan mampu hidup lebih baik.*** |
|
| Last Updated ( Tuesday, 30 December 2008 ) |
| Next > |
|---|
| Laporan Khususcukup 150 juta dolar + Selengkapnya | Laporan KhususPerseteruan Abadi SBY-Mega + Selengkapnya |
| Laporan UtamaMuncul Raja Kecil Korupsi Meraja Lela + Selengkapnya | Laporan KhususAnjing dan Sepatu Perpisahan + Selengkapnya |
| Artikel Lainya | |